Sabtu, 12 Juni 2021

Didiklah saya sampai saya bisa

KISAHKU PENDIDIKANKU
        Suara Adzan berkumandang terdengar jelas pagi itu serta suara tangis bayi pun terdengar dengan rasa haru bercampur bahagaia, kecil mungil lahir ucap ibuku.... ya itulah HH nama panggilan bayi mungil yang lahir pada 20 Januari 1995 di provinsi Sulawesi Selatan tepatnya kota BOne. Hari demi hari telah berlalu si kecil HH telah tumbuh berkembang dan menempuh pendidikan. HH menempuh pendidikan di Sekolah Dasar dikampungnya dan tergolong anak pintar serta berprestasi. prinsipnya mendapatkan pendidikan meskipun tidak memiliki uang, HH tetap pergi kesekolah dan selalu membawa bekal karena pekerjaan orangtuanya hanyalah seorang petani yang biasanya keluar daerah untuk mneyaris rezeki. HH dititipkan sama kakak perempuannya yang tertua dan selalu dipantau oleh tetangga karena mereka masih tergolong belum tau apa-apa. 
    HH menjalani kehidupan sekolah Dasarnya penuh dengan ketekunan. sampai akhirnya menyelesaikan sekolah tingkat Dasar. ketika ia hendak ingin melanjutkan pendidikan ketingkat menengah orangtuanya hanyalah terdiam karena mereka tidak mempunyai banyak uang, namun karena tekat dan kemauan yang kuat untuk menempuh pendidikan HH mendaftar dan menjalaninya... berbagai rintangan yang dia lalui, pernah suatu ketika mengeluh karena lelah berjalan kaki, dia memutuskan untuk melewati sungai agar akses jalan kerumahnya tidak memakan waktu yang lama namun hal tersebut dianggap berbahaya oleh ibunya. sesampainya dirumah, ibunya memukul dengan mengambil serpihan kayu didekatnya karena kebetulan ibunya sedang memotong kayu...ibunya memarahinya serta dia hanyalah bisa menangis dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
        Dunia sekolah menengahnya cukup menyedihkan karena hampir setiap harinya hanya bisa melihat teman selalu menghabiskan uang jajan sedangkan HH hanyalah membawa bekal kesekolah meskipun begitu dia selalu bersyukur karena masih bisa menempuh pendidikan. HH mempunyai sahabat, sekaligus teman berjalan kaki ketika berangkat kesekolah yaitu Rahma, Selvi dan Cumi. lah kenapa cumi? sebenarnya namanya Jumiana tetapi HH dan lainnya selalu memanggilnya Cumi. keren kan...hahaha maaf ya Cumi.
       Pernah ada kejadian yang sangat memalukan dan itu tidak bisa dia lupakan ketika teman sekelasnya memfitnahnya dengan alasan HH dan sahabatnyalah yang mengadukan mereka ke kepala sekolah ataupun ke guru-guru lainnya bahwa teman sekelasnya itu mempunyai hubungan spesial dengan salah satu cowok sekolah sebelah... HH dimarahi habis-habisan, namun apalah daya HH dan sahabat-sahabatnya dia hanyalah anak desa yang miskin hanya bisa terdiam, mencoba ingin menjelaskan tetapi malah diserang balik... kejadian itu sangat memalukakn ketika hampir seluruh siswa di sekolah itu tau berita itu. 
       HH tergolong anak pemalu, bukan soal itu namun di selalu menganggap dirinya tidak ada kelebihannya hanyalah anak petani  miskin yang ingin menempuh pendidikan. Hari demi hari telah berlalu sampai akhirnya tibalah saatnya hari kelulusan dan merekapun bahagia.
        Setelah lulus SMP (Sekolah Menengah Pertama) HH ingin melanjutkan pendidikannya lagi ke SMA (Sekolah Menengah Atas). Namun lagi dan lagi, dia harus menangis dan dilemah karena orang tuanya tidak memiliki banyak uang untuk membiayai sekolahnya. Namun bukan HH namanya jika tidak nekat karena kemauan untuk belajar lebih tinggi dibanding dengan perkataan orang tuanya. karena HH yakin pasti ada rezekinya. jadi dia memutuskan mendaftar dengan membayar biaya pendaftaran hasil jual emas satu-satunya yang ia punya tanpa memberitahukan orangtuanya terlebih dahulu. ketika semua proses pendaftaran selesai barulah dia memberitahukan ke orangtuanya. seketika itu orang tuanya marah besar dan lagi-lagi dipukul kayu karena orangtuanya sudah bersusah paya membelikan emas namun dia malah menjualnya tanpa sepengetahuan orangtuanya. HH sudah mengetahui dan siap menerima resiko dan akan bertanggung jawab. Pada akhirnya karena dia tidak sampai hati melihat orangtuanya menangis, tanpa sepengetahuan orangtuanya kembali dia meminjam uang ke sahabatnya Cumi untuk menebus kembali emas itu dan menceritakan masalahnya. untungnya sahabatnya mau membantunya dan dia pun melanjutkan pendidikannya.
       Menempuh pendidikan baginya adalah hal yang sangat menyenangkan dan dia selalu bertanggung jawab atas biaya sekolahnya, dia selalu membantu orangtuanya di ladang. Panen dan menanam tanaman dari hasil itulah orangtuanya selalu menyisipkan biaya pendidikannya. Pendidikan adalah salah satu tombak baginya dan akan berguna untuk masa depannya. Meski panas, hujan dia tetap kesekolah dengan berjalan kaki. Jangan tanya waktu belajarnya kapan? disela-sela membantu orangtuanya diladang dia selalu membawa catatan kecil untuk belajar. Baginya tidak ada waktu untuk bermain-main atau menghabiskan banyak waktu bersama temannya disekolah karena dia harus membantu orangtuanya diladang. 
        Bagaimana dengan prestasinya? HH tergolong anak yang cukup pintar dan berprestasi, dia selalu mendapatkan jaura dalam pertandingan ya walaupun hanya pentanding di dalam lingkup sekolah atau antar kleas. Dia selalu mendapatkan juara lomba lari bahkan dia ingin bercita-cita menjadi atlit lari tapi sayangnya karena kurangnya informasi dan tidak ada dukungan akhirnya itu hanyalah kelebihan masa itu. Pernah juara dalam lomba melukis ya walaupun juara 3 tapi baginya menyenangkan dan itu  acara seni antar sekolah di Kota Bone. Dia selalu ingin mengikuti lomba namun terkendala dengan tanggung jawab atas biaya sekolahnya.
         Kenyataannya uang bukanlah penyebab utama untuk tidak menempuh pendidikan, pendidikan bisa didapatkan jika kita punya niat yang tinggi dan punya kemauan, apapun resikonya kita menanggungnya. keputusanmu hari ini akan menentukan masa depanmu. HH dengan bangga menyelesaikan pendidikannya Sekolah menengah Atas.
        Nantikan cerita Kisahku berikutnya......